Saturday, 23 Nov 2019

KONVENSI SKKNI: MENILIK PENTINGNYA STANDARISASI BAGI BIDANG PERFILMAN

Bali – Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Konvensi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk 10 bidang keahlian perfilman. Bertempat di Hotel Fashion Kuta Bali, kegiatan yang berlangsung sejak Selasa, (6/8/2019) hingga Kamis (8/8/2019) menghadirkan perwakilan dari masing-masing asosiasi profesi. Peserta yang hadir mewakili unsur Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; Badan Nasional Sertifikasi Profesi; Kementerian Ketenagakerjaan; Asosiasi Profesi Bidang Perfilman; Asosiasi Industri Perfilman;  Badan Perfilman Indonesia; Karyawan Film dan Televisi; LSP Kreator Film dan Televisi; Program Studi dan Film Universitas; serta Biro Hukum dan Organisasi Kemendikbud.

Gunawan Paggaru, Ketua Bidang Organisasi dan Jaringan Badan Perfilman Indonesia mengemukakan bahwa di tahun 2018, kegiatan serupa berhasil merumuskan SKKNI bidang produksi film yakni tata kamera, tata artistik, tata suara, serta editing. “Tahun ini dirumuskan dokumen RSKKNI yang akan diusulkan ke Kementerian Ketenagakerjaan untuk 10 bidang lain diantaranya bidang Manajemen Produksi Film, Casting, Penulisan Skenario Film, Tata Cahaya Film, Grip, Visual Efek, Penyutradaraan, Film Dokumenter, Pemeranan Film, dan Penata Laga.” jelasnya. Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan bahwa manfaat dari sertifikasi ini tidak hanya menyasar insan perfilman saja tapi juga untuk pemerintah,  di mana standar yang telah ditetapkan dapat dijadikan acuan dalam penyusunan kurikulum.

Puspa Dewi, Kasubid Tenaga Perfilman Pusbangfilm menjelaskan bahwa rancangan SKKNI yang dibahas pada kesempatan kali ini telah dirumuskan oleh tim perumus yang berasal dari berbagai asosiasi profesi, serta telah melalui proses verifikasi eksternal sebelumnya. “Telah melalui proses verifikasi eksternal. Sebelumnya telah dilakukan Pra Konvensi untuk meminta masukan dari berbagai pemangku kepentingan terhadap rancangan yang telah disusun. Sehingga pada kesempatan kali ini telah tercapai kesepakatan bersama yang bersifat final atas dokumen yang telah disusun. Dalam kesempatan Konvensi Nasional ini adalah untuk menyepakati SKKNI yang telah disusun utk diajukan  penetapan  ke Kementerian Tenaga Kerja menjadi Permenaker”.

Senada dengan hal tersebut, Aris Hermanto, Kasubdit Pengembangan dan Harmonisasi Standar Kompetensi, Ditjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa Konvensi Nasional ini merupakan tahap terakhir dari proses perumusan SKKNI. Lebih lanjut, Aris menegaskan bahwa tim perumus hanya perlu bersepakat dan mengetuk palu pertanda telah disepakatinya seluruh dokumen yang akan diajukan ke Kemenaker tersebut. “Jikapun masih ada perbaikan, sifatnya hanya minor dan tidak mengubah substansi dari dokumen yang telah disepakati pada prakonvensi sebelumnya”.

 “Saya ucapkan selamat kepada insan perfilman Indonesia karena hari ini SKKNI bidang perfilman akan ditetapkan sesuai dengan kesepakatan para insan perfilman. (SKKNI) ini menjadi signifikan karena standar tersebut akan menjadi acuan sertifikasi kompetensi profesi perfilman. Kedepannya, SDM perfilman akan menjadi SDM yang unggul dan terbukti dengan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh BNSP. Sehingga keahlian insan perfilman Indonesia diakui oleh negara dan memiliki daya saing yang tinggi baik di dalam maupun di luar negeri,” ungkap Bonardo Aldo Tobing, komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang ditemui sesaat setelah diskusi panel.

Aktor senior, Slamet Rahardjo mengapresiasi kinerja tim perumus SKNNI dan berharap dukungan penuh dari seluruh pihak terkait. “Film merupakan seni aplikasi sehingga standarisasi dan sertifikasi merupakan suatu hal yang sudah seharusnya dilaksanakan. Kerja tim perumus ini sudah berada di jalur yang tepat, sehingga di tahap akhir ini diperlukan suatu komitmen bersama. Untuk itu, berkumpullah kita di Bali untuk bersama-sama membentuk komitmen Bali melalui konvensi nasional ini,” ungkap aktor yang telah mendapat berbagai penghargaan baik di dalam maupun di luar negeri.

Sumber Asli : https://pusbangfilm.kemdikbud.go.id/news/read/50-konvensi-skkni-menilik-pentingnya-standarisasi-bagi-bidang-perfilman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *