Saturday, 23 Nov 2019

DASAR SINEMATOGRAFI

NARATIFSINEMATIK
CERITAGAMBAR
SUARA
EDITING
MISE EN SCENE
(ARTISTIK, MAKE-UP, WARDROBE, VISUAL EFFECT)

MEMBACA SKENARIO ADALAH WAJIB!

SCRIPT BREAKDOWN

Script breakdown dibuat oleh asisten sutradara bersama asisten produser, fungsinya untuk mengidentifikasi kebutuhan produksi baik dari sisi kreatif maupun teknis

Dengan metode Breakdown-Script akan teridentifikasi semua hal yang berhubungan dengan pelaksanaan produksi, sehingga akan menjawab Production Question yang biasanya selalu muncul:

  1. Berapa pemain yang dibutuhkan? Pria/wanita? umur? karakter?
  2. Apa kostum yang dipakai? bagaimana make-upnya?
  3. Dimana saja lokasi yang akan digunakan? Bagaimana cara Memperoleh ijin-nya? Sewa atau kerjasama?
  4. Apa saja kebutuhan artistik dan properti yang dibutuhkan?
  5. Kamera jenisapa yang akan dipakai?
  6. Apakah membutuhkan Tripod? Dolly-Track? Jimmy jib?
  7. Apakah perekaman audionya direct sound? apakah peralatannya memadai? Jika tidak apakah memungkinkan untuk menyewa?
  8. Berapa hari ‘Shoting Day’ yang dibutuhkan? perlukah cadangan hari?
  9. Dengan dana pas-pasan? Apakah konsep yang direncanakan masuk akal?

Shot List dibuat oleh Director of Photography bersama Cameraman dengan bahan breakdown skenario, fungsinya untuk mengidentifikasi kebutuhan shot berikut uraian detail serta atribut shot-nya. Dengan shot-list memudahkan pengelompokan dan pengurutan pengambilan gambar berdasarkan lokasi atau set.

STORYBOARD

Storyboard dibuat sebagai rencana visual/panduan visual yang merupakan Alat kelengkapan Shot-List

Setiap shot dalam storyboard memuat unsur-unsur shot-size, angle, camera movement, mise en scene, durasi

Adanya storyboard memudahkan seluruh elemen pelaksana produksi film mengetahui gambaran hasil akhir yang diinginkan sutradara dan produser

Melalui storyboard dapat teridentifikasi kebutuhan lensa secara lebih detail, Camera movement tools (dolly-track,crane/jimmy jib,carmount,steady-cam, dll) dan kebutuhan artistik

Rencana visual dibuat untuk meminimalisasi:

  • Resiko kegagalan penyampaian pesan
  • Resiko trial & error pada saat produksi
  • Resiko mis-manajemen pelaksanaan produksi
  • Resiko pembengkakan biaya produksi dan sebagainya
Contoh Storyboard

FLOOR-PLAN

Floor Plan adalah rancangan yang memberi informasi tentang blocking pemain, blocking kamera, lighting, property serta informasi bentuk dan ukuran dari set dilihat dari atas (top view)

Floor Plan dibuat untuk memudahkan Asisten sutradara, Director of Photography, Penata Artistik dan Penata Lighting

METODE DEKUPASE

Dekupase adalah Pemecahan Gambar. Ada dua metode yang biasanya digunakan untuk gambar yaitu MASTER SCENE dan TRIPLE TAKE

MASTER SCENE

Setiap adegan akan diambil gambarnya secara penuh dari satu shot-size dan angle, kemudian adegan akan diulang lagi secara penuh pada shot size dan angle lainnya.Metode ini membuat waktu produksi lebih lama namun memudahkan saat pelaksanaan editing

TRIPLE TAKE

Setiap adegan hanya akan diambil gambar berdasarkan potongan adegan pada satu shot-size dan angle, kemudian adegan dilanjutkan dengan shot size dan angle yang lain tanpa harus dilakukan pengadeganan lagi secara penuh. Bagian akhir dari shot pertama  diulangi pada permulaan shot kedua, dan akhir shot kedua diulangi pada awal shot ketiga

Metode ini mempersingkat waktu produksi, namun beresiko “sulit disambung ”jika ada gambar yang tidak continuity saat produksi. Metode ini baik jika disertai perencanaan yang matang

CAMERA REPORT

Camera Report dibuat oleh untuk memudahkan saat input data ke komputer editing. Cara ini sekaligu sebagai NG-Cutting/Seleksi shot tahap awal sebelum diedit dan memudahkan editor untuk memilih gambar yang baik

CLAPPER BOARD

Clapper Board (Atau juga disebut Slate jika sudah masuk dalam rekaman gambar) berguna untuk identitas shot. Selain itu juga berguna untuk sinkronisasi suara-gambar dengan melihat pertemuan dua bilah yang dibenturkan dan suara ‘CLAP!’ yang terekam di recorder eksternal.

Unsur-unsur informasi yang biasanya ada dalam Clapper Board: Judul Film, nama sutradara, nama DOP, nama produser, tanggal, Roll(nomor gulungan film/tape/memory), Slate (nomor urutan pengambilan gambar), Scene (nomor scene/adegan), Take (pengambilan gambar kesekian) dll

*@arif_go

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *